Klinik digital, anesthesia, medical student, medical equipment, medicine, postgraduate, medical e-learning, medical hot news, leadership
Tampilkan postingan dengan label medicine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label medicine. Tampilkan semua postingan
Buku Kuliah Anestesi
Telah terbit buku kuliah anestesi. Buku ini cocok untuk para dokter umum di layanan primer, perawat umum, penata anestesi, petugas layanan medis di klinik maupun rumah sakit yang lain. Isi buku ini sederhana, praktis dan ringkas, sehingga mudah dipahami, sebagai bahan bacaan dan bekal bertugas di layanan primer maupun rumah sakit. Berisi 110 halaman cetak glossy fullcolor, buku ini memaparkan mulai dasar kardiovaskuler, respirasi, pengetahuan tentang anestesi umum, regional, terapi cairan, transfusi, penanganan kegawatan khususnya basic life support, dan penggunaan anestesi untuk kasus khusus misalnya kejang, nyeri hebat dan di bidang obstetri. Silakan pesan di toko buku terdekat atau langsung ke penerbit. Atau jika membutuhkan dengan segera, bisa kontak langsung dengan penulis. Messenger fb/line/twitter: ardipramono.
Benarkah para dokter diberi ilmu yang istimewa?
Dari
Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman
Termasuk nikmat Allah atas para hamba-Nya adalah Allah mengajarkan dan melebihkan sebagian orang dalam bidang kedokteran. Mereka membantu orang yang sakit dan menjadi sebab setelah Allah dalam menyembuhkan orang sakit. Berikut ini secercah nasihat yang ingin kami sampaikan kepada segenap saudaraku para dokter, sebagai peringatan dan nasihat dalam kebaikan. Terimalah nasihat sederhana ini dari saudaramu yang tidak menghendaki kecuali kebaikan. Terimalah dengan hati yang lapang, semoga Allah menunjuki kita semua ke jalan yang lurus.
PERTAMA : ALLAH TELAH MELEBIHKANMU
Wahai saudaraku para dokter –semoga Allah menjagamu-. Anda telah diberi nikmat oleh Allah dengan nikmat yang banyak. Salah satunya adalah Allah telah memilihmu untuk menjadi dokter. Keahlian ini tidak dimiliki oleh semua orang. Maka bersyukurlah atas nikmat yang besar ini. Jangan lupa diri. Ingatlah ilmu pengetahuan yang kita miliki adalah pemberian Allah. Tidaklah kita ingat bahwa dahulu kita tidak mengetahui apa pun? Allah berfirman.
وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا
“Dan Allah telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu” [An-Nisa : 113]
Allah berfiman pula
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” [An-Nahl : 78]
Jadi, ilmu kedokteran yang anda –para dokter- miliki adalah pemberian Allah, maka syukurilah dengan cara menggunakan nikmat ilmu tersebut dalam kebaikan.
KEDUA : NIAT YANG SHALIH
Wahai saudaraku para dokter…. Niatkan ketika anda menjalankan tugas dan mengobati untuk mencari pahala dari Allah, jangan semata-mata hanya rutinitas tugas atau ingin meraih rizki yang melimpah. Niatkan dari tugas mulia ini untuk berbuat baik kepada sesama kaum muslimin, jangan tergambar hanya untuk urusan dunia. Ingatlah, tugasmu sangat mulia. Ikhlas dalam beramal. Akan tetapi, hal itu bukan berarti tidak boleh mengambil upah dalam mengobati. Ambillah gaji atau pemberian orang yang sakit, tetapi ingat, jangan membebani hingga si pasien merasa berat. Berilah keringanan kepada saudaramu yang sedang tertimpa musibah, insya Allah ganjaran yang anda dapat akan lebih besar. Allah berfirman.
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” [Al-Baqarah : 199]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
مَنْ نَفَّسَ مُسلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الذُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُربَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِى الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat” [1]
Demikian pula hendaklah anda amanah dalam menjalankan tugas mulia ini. Jangan mengatakan kepada pasien harus beli ini dan itu padahal tidak dibutuhkan, atau memberi resep obat mahal yang tidak dibutuhkan demi melariskan apotek tempat tugasmu. Takutlah kepada Allah dari dusta ketika bertugas. Bantulah saudaramu sebelum Allah mencabut kenikmatan ini darimu
KETIGA : KERJAKAN SHALAT KETIKA TIBA WAKTUNYA
Termasuk bentuk syukurmu kepada Allah adalah apabila adzan telah berkumandang maka bersegeralah berangkat shalat. Jangan akhirkan shalat, karena anda adalah teladan bagi orang-orang yang disekitarmu. Apabila amalan yang sedang anda kerjakan di rumah sakit sangat mendesak, seperti sedang operasi pasien dan tidak bisa menundanya, maka tidaklah mengapa anda mengakhirkan shalat hingga tugasmu selesai, setelah itu bersegeralah shalat. Allah berfirman.
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'” [Al-Baqarah : 238]
KEEMPAT : BELAJAR ILMU AGAMA
Saudaraku, sang dokter..
Mungkin anda sering mendapati pasienmu tidak paham bagaimana tata cara berwudhu dan shalatnya orang yang sedang sakit. Maka tugasmu untuk mengajari mereka, membimbing mereka bagaimana tetap beribadah ketika sakit. Kewajibanmu wahai para dokter untuk belajar ilmu agama, agar anda bisa mengarahkan pasien ke jalan yang benar dan beribadah dengan benar pula.
KELIMA : JANGAN BERDUA-DUAAN DENGAN WANITA YANG BUKAN MAHRAM.
Saudaraku, sang dokter…
Terkadang pasienmu adalah seorang wanita. Apabila anda bisa mencari dokter wanita yang bisa menanganinya maka itulah yang seharusnya. Akan tetapi, jika tidak ada maka tetaplah anda menanganinya dengan didampingi mahram si pasien. Jangan hanya berdua-duan dengan pasien wanitamu, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْمَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya” [2]
Apabila mahram si pasien wanita tidak ada, dan tidak ada pula dokter wanita yang lain, maka tetaplah anda mengobati sewajarnya dengan tetap menjaga rasa takut kepada Allah. Obatilah seperlunya, jangan tambahi dengan obrolan yang keluar batas.
KEENAM : MEMBUKA AURAT WANITA?
Nasihatku selanjutnya, apabila kondisimu terpaksa dan menuntut membuka aurat pasien wanitamu, maka bukalah aurat tempat yang sakit yang perlu diobati saja, jangan berlebih-lebihan. Ini dibolehkan karena termasuk kondisi darurat. Dan darurat itu diukur sekedarnya saja, apabila telah selesai maka tutuplah kembali. Takutlah selalu kepada Allah untuk membuka aurat pasien wanita tanpa ada kebutuhan yang mendesak.
KETUJUH ; JAGALAH RAHASIA PASIEN
Sebagian pasien ada yang menyampaikan permasalahannya dan menceritakan rahasia dan isi hatinya kepada anda. Maka sebagai bentuk amanat sesama muslim, jagalah rahasia ini dan berilah solusi yang terbaik dan sesuai dengan kondisinya, jangan anda sebarkan aibnya di khalayak manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan.
آيَةُ اْلمُنَا فِقِ ثَلاَ ثٌ : إِذَا حَدَثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga : apabila berkata dia dusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila diberi amanat dia khianat” [3]
KEDELAPAN : MENASIHATI DENGAN KEBAIKAN
Apabila anda melihat atau mengetahui bahwa pasienmu tatkala sehat adalah orang yang sombong, sering mengganggu orang lain, dan sering berbuat dosa misalnya, kemudian sifat ini melemah ketika dia sakit atau bahkan jiwanya menjadi lemah, dan berbalik senang menerima nasihat, maka manfaatkanlah peluang emas ini dengan menasihatinya secara halus dan baik. Tunjukilah ke jalan kebenaran. Semoga ketika sembuh pasienmu menjadi baik dan anda pun meraih pahala yang setimpal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kebaikan, maka baginya semisal pahala orang yang mengerjakannya” [4]
KESEMBILAN : BERLEMAH LEMBUT KEPADA PASIEN
Barangsiapa anda mendapati di antara pasienmu yang sakit ada yang sulit untuk paham anjuranmu, bandel dalam minum obat, sering melanggar pantangan makanan, atau banyak bertanya dan lain-lain. Menghadapi watak pasien yang beragam seperti ini adalah dengan bersabar dan berlemah lembut kepada mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ الرِّفْقَ لاَيَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
“Tidaklah kelembutan berada dalam sebuah perkara kecuali akan membaguskannya. Dan tidaklah dicabut kelembutan dari suatu perkara kecuali akan mengotorinya” [5]
Bersabarlah dalam melayani tingkah polah pasienmu yang beragam, berlemah lembutlah kepada mereka.
Tebarkan senyum , jangan bermuka masam, semoga dengan sikapmu seperti ini dapat membantu kesembuhan mereka.
KESEPULUH : SIAP KETIKA DIMINTA KAPANPUN
Nasihatku yang terakhir, bahwa keahlianmu dalam mengobati menuntut agar anda selalu siap bila ada orang yang membutuhkanmu. Siap di setiap waktu dan tempat. Barangkali dengan kamu bersegera berangkat ketika dimintai bantuan adalah sebab –setelah Allah- bagi hidupnya nyawa saudaramu sesama muslim. Ingatlah, mungkin dengan selamatnya saudaramu adalah sebab anda meraih pahala karena kebaikan yang dia kerjakan ketika sembuh. Renungkanlah selalu firman Allah ini.
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ
“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya”.[Al-Maidah : 32]
Demikain kajian kita kali ini. Perlu kiranya diketahui bahwa kajian ini disarikan dari Rasa’il Ila al-Thabib al-Muslim karya Dr Thoriq bin Muhammad al-Khuwaithir dengan beberapa tambahan oleh penulis.
[Disalin dari Majalah Al-Furqon, Edisi 08, Tahun ke-10/Rabi'ul Awal 1432 (Feb - 2011. Diterbitkan Oleh Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon Al-Islami, Alamat : Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim]
_______
Footnote
[1]. HR Muslim 2699
[2]. HR Al-Bukhari : 3006 dan Muslim : 1341
[3]. HR Al-Bukhari : 33 dan Muslim : 59
[4]. HR Muslim : 1893
[5]. HR Muslim : 2594
Benarkah puasa perlu makan sahur?
Sebelum
melakukan puasa atau menahan makan dan minum dalam waktu tertentu, maka Rasul
Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk makan sahur, yaitu makan dan minum sebelum
fajar, walaupun hanya dengan seteguk air. Sebenarnya, perlukah makan sahur buat
orang yang akan berpuasa?
Sahur dengan siomay cukup sebagai bekal puasa
Pada
dasarnya, tubuh makhluk hidup termasuk manusia memerlukan makan dan minum untuk
mencukupi kebutuhan energi. Energi yang didapatkan dari minuman dan makanan
akan digunakan untuk aktivitas fisik, misalnya bekerja, olah raga dan bahkan
untuk tidur pun memerlukan energi. Jika kita berpuasa, maka bagaimana tubuh
memenuhi kebutuhan energi?
Sumber
energi bagi tubuh kita adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Semua sumber
energi yang kita makan, akan diubah menjadi glukosa yang selanjutnya
dimetabolisme menjadi sumber energi berujud ATP (adenosin tri phosphat), dengan hasil akhir berupa uap air dan
karbon dioksida. Hasil samping metabolisme ini dapat kita buktikan pada saat
kita meniup napas ke cermin, maka akan muncul embun, sedangkan karbon dioksida
dapat dibuktikan dengan tiupan nyala api yang akan padam. Jika energi yang
dibutuhkan tubuh telah melebihi kebutuhan, maka sumber energi glukosa akan
diubah menjadi glikogen dalam hati, dan lemak yang akan disimpan di sel-sel
lemak di bawah kulit. Sehingga dapat dipahami, jika semakin banyak masukan
makanan dan semakin sedikit aktivitas fisik, maka energi akan berlebihan dan
akan diubah menjadi lemak yang disimpan dalam sel lemak. Simpanan lemak inilah
yang akan menentukan gemuk tidaknya badan kita.
Pada saat
tubuh berpuasa atau tidak ada masukan sumber energi, maka cadangan glikogen dan
lemak akan dibongkar. Glikogen yang jumlahnya terbatas di hati akan dijadikan
glukosa melalui proses yang dinamakan glikogenolisis. Jika glikogen masih
kurang, maka tubuh akan mulai menggunakan cadangan lemak yang dikenal dengan
proses beta oksidasi, dan pembongkaran protein dalam otot atau deaminasi untuk
diambil asam amino. Proses glikogenolisis, beta oksidasi, dan deaminasi ini
berlangsung dalam waktu yang terbatas tergantung cadangan di dalam tubuh. Makin
lama tubuh tidak mendapatkan sumber energi dari luar (makanan), maka makin
banyak lemak dan protein yang dibongkar dan menghasilkan senyawa berupa benda
keton dan amoniak yang bersifat racun bagi saraf.
Apabila kita
berpuasa dan tidak makan sahur, maka dapat dibayangkan tubuh kita sebenarnya
sudah berpuasa sejak terakhir kita makan. Andaikata terakhir kita makan malam
jam 22.00 dan berlanjut berpuasa tanpa sahur sampai berbuka kembali, katakanlah
jam 18.00, maka kira-kira tubuh telah berpuasa selama 20 jam. Dalam waktu
tertentu, tubuh masih dapat beradaptasi dengan kondisi kekurangan masukan
energi, tetapi jika berlanjut setiap hari bahkan sampai berhari-hari tanpa
sahur dan buka, mungkin dapat menyebabkan kelemahan tubuh, badan makin kurus,
dan bahkan kematian karena tidak ada energi untuk metabolisme sel, bahkan
keracunan senyawa beracun dari benda keton dan amoniak.
Agar tubuh
tetap fit dan sehat selama berpuasa, maka usahakan tetap makan sahur, dan
menyegerakan berbuka, sehingga energi tubuh cepat tergantikan dari glukosa,
sehingga proses pembongkaran lemak dan protein tidak berlanjut. Untuk sahur dianjurkan
makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, yang dicerna secara lambat
sehingga ketersediaan glukosa dapat berlangsung secara berkelanjutan, seperti
biji-bijian utuh (beras merah, oat, gandum), yogurt, sayuran, buah-buahan,
dan polong-polongan seperti kacang merah
dan kacang kedelai. Untuk berbuka, maka dianjurkan makanan yang banyak
karbohidrat sederhana seperti makanan bergula dan manis, sehingga glukosa cepat
terserap. Selamat berpuasa!
Tantangan dokter masa depan
Perkembangan dunia kedokteran di Indonesia saat ini makin pesat. Januari tahun 2014 mendatang akan diterapkan sistem baru pelayanan kesehatan. Sistem ini akan menjamin semua penduduk di Indonesia akan terlindungi kesehatannya melalui asuransi yang disebut era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang diselenggarakan oleh BPJS. Pada era ini, maka seorang penduduk yang sakit tidak perlu membayar biaya pengobatan kepada dokter keluarganya. Biaya premi diambil dari iuran tiap penduduk yang mempunyai penghasilan. Jika penduduk tersebut dikategorikan tidak berpenghasilan, maka premi akan dibayarkan oleh pemerintah.
Sudah sekian tahun dunia kedokteran di Indonesia berubah sistem. Mulai dari sistem wajib kerja bagi lulusan dokter, yang mewajibkan setiap dokter yang batru lulus akan langsung diangkat menjadi PNS dan ditugaskan di tempat atau daerah tertentu di Indonesia, kemudian era PTT atau pegawai tidak tetap, yang mewajibkan dokter yang baru lulus harus mengabdi di tempat tertentu dengan gaji disesuaikan temapt pengabdiannya. Era sekarang adalah era BPJS yang mewajibkan seorang dokter yang baru lulus harus menjalani program internship selama setahun kemudian baru boleh praktek mandiri. Praktek mandiri pun harus memenuhi kriteria BPJS yaitu hanya dokter keluarga yang nantinya dapat menangani pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS.
Saat ini, dokter harus bekerja di klinik pelayanan primer atau pratama sehingga dapat menerima kapitasi dari sejumlah penduduk di sekitar klinik. Untuk dapat bekerja di klinik pratama yang melayani pasien BPJS, maka dokter yang baru lulus harus mengikuti beberapa pelatihan tentang dokter layanan primer. Kelak semua dokter baru harus lanjut sekolah spesialis kedokteran primer atau klinik di rumah sakit, untuk dapat melayani pasien BPJS. Apabila dokter tidak sekolah lagi, maka hanya dapat bergelar dokter dan hanya boleh melayani pasien non-BPJS. Dokter yang tidak ikut program internship, maka kelak tidak dapat mengurus surat ijin praktek, sehingga tidak boleh praktek. Dokter non-internship boleh bekerja di lapangan yang tidak bersentuhan langsung dengan pengobatan pasien, misalnya di pabrik obat, jadi direktur RS, atau peneliti, dll.
Sudah sekian tahun dunia kedokteran di Indonesia berubah sistem. Mulai dari sistem wajib kerja bagi lulusan dokter, yang mewajibkan setiap dokter yang batru lulus akan langsung diangkat menjadi PNS dan ditugaskan di tempat atau daerah tertentu di Indonesia, kemudian era PTT atau pegawai tidak tetap, yang mewajibkan dokter yang baru lulus harus mengabdi di tempat tertentu dengan gaji disesuaikan temapt pengabdiannya. Era sekarang adalah era BPJS yang mewajibkan seorang dokter yang baru lulus harus menjalani program internship selama setahun kemudian baru boleh praktek mandiri. Praktek mandiri pun harus memenuhi kriteria BPJS yaitu hanya dokter keluarga yang nantinya dapat menangani pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS.
Saat ini, dokter harus bekerja di klinik pelayanan primer atau pratama sehingga dapat menerima kapitasi dari sejumlah penduduk di sekitar klinik. Untuk dapat bekerja di klinik pratama yang melayani pasien BPJS, maka dokter yang baru lulus harus mengikuti beberapa pelatihan tentang dokter layanan primer. Kelak semua dokter baru harus lanjut sekolah spesialis kedokteran primer atau klinik di rumah sakit, untuk dapat melayani pasien BPJS. Apabila dokter tidak sekolah lagi, maka hanya dapat bergelar dokter dan hanya boleh melayani pasien non-BPJS. Dokter yang tidak ikut program internship, maka kelak tidak dapat mengurus surat ijin praktek, sehingga tidak boleh praktek. Dokter non-internship boleh bekerja di lapangan yang tidak bersentuhan langsung dengan pengobatan pasien, misalnya di pabrik obat, jadi direktur RS, atau peneliti, dll.
Berdasarakan PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 2013
TENTANG KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA
BIDANG PENDIDIKAN TINGGI, maka dokter yang baru lulus menempati kelas kualifikasi jenjang 7 setara dengan lulusan pendidikan profesi, kemudian seorang spesialis setara dengan jenjang 8 atau magister, dan jenjang 9 setara dengan pendidikan doktor atau spesialis 2/konsultan. Apakah artinya? penetapan kualifikasi ini sangat penting terhadap pengakuan seorang dokter di dunia pendidikan. Bahwa sekarang, seorang dokter spesialis sudah dianggak sebagai magister atau S2, sedangkan program doktoral adalah setara dengan konsultan klinik.
Sampai saat ini sudah dihasilkan ribuan dokter dari kira-kira 73 institusi pendidikan dokter. Ada beberapa perguruan tinggi yang terlalu berani menrima mahasiswa baru tanpa melihat kemampuan internal universitas. Sehingga munculah dokter yang belum layak memberikan pengobatan atau belum lolos ujian persamaan seIndonesia (UKDI dan OSCE). Penyelenggaraan ujian UK ini berlangsung serentak secara nasional baik fakultas negeri maupun swasta. Banyak fakultas kedokteran swasta yang bahkan melampaui fakultas kedokteran negeri. Dengan munculnya ujian bersama ini, maka dapat dilihat kualitas pembelajaran masing-masing fakultas kedokteran. Masihkah fakultas negeri dianggap yang terbaik? ataukah swasta masih dipandang sebelah mata?
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Penggunaan triway stopcock sangat penting pada tindakan operasi. Alat tersebut dipasang pada tranfusi set, sehingga jika pasien memerlukan c...
-
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY Alhamdulillah masih diminati calon mahasiswa. Terbukti dari tahun ke tahun, ju...
-
Before intubation, please prepare this STATICS S is Scope, this is for stetoscope, laryngoscpe with bright lamp. T for Tubes. Choose an appr...
-
Recent media and social networking have discuss the alleged medical malpractice incident. The last case is the case of the death bustling...

